Dua tim peneliti secara independent telah menciptakan pasangan redox baru—pasangan reagen elektrokimiawi dengan kumparan muatan—yang memberikan manfaat terhadap iodide konvensional berbasis pasangan redox yang digunakan pada dye-sensitized solar cells (DSCs). Sel –sel tersebut seacra tipikal berisi suatu elektroda titanium dioksida yang dilapisi zat warna berpori dan counter elektroda yang direndam pada larutan elektrolit yang berisi iodide/triiodide (I–/I3 –) pasangan redox, yang memediasi aliran aru yang dihasilkan oleh reduksi sel dan reaksi oksidasi. Pasangan I–/I3 – umumnya digunakan karena DSCs berdasarkan pada pasangan yang memperlihatkan tingkat stabilitas yang sangat tinggi dan arus yang menghasilkan efisiensi. Namun system berbasis iodide bersifat korosif pada beberapa bahan seperti perak, dibawah konsiderasi bagi penggunaan DSC komersil. Sebagai tambahan, I3 – menyerap suatu porsi dari spectrum yang dapat dilihat, mengurangi efisiensi DSC. Dua benda yang terbaru ini mendeskripsikan bahwa pasangan redox mengatasi permasalahan tersebut. Tina C. Li, Joseph T. Hupp, dan rekan kerjanya pada Northwestern University mengembangkan Ni(IV)/Ni(III) bisdicarbollides sebagai suatu pengganti pasangan iodide yang potensial (J. Am. Chem. Soc. 2010, 132, 4580). Serta Mingkui Wang dan Michael Grätzel dari Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne, beserta para rekan kerjanya mengembangkan disulfide-thiolate pasangan redox berbasis pada 5-mercapto-1-methyltetrazole dimer dan monomer anion – nya (Nat. Chem., DOI: 10.1038/nchem.610).
Senin, 26 Desember 2011
Pengotomatisasian kultur sel dengan menggunakan mikrofluidik digital
Suatu kerangka dasar lab-on-a-chip bagi kultur sel mamalia yang lengkap telah dikembangkan oleh para ilmuwan di Kanada. Hal ini dapat digunakan dalam menciptakan suatu perangkat terotomatisasi guna mengkembangkan beberapa generasi sel secara terus – menerus dalam penggunaannya pada biologi sel dan rekayasa jaringan.
Meskipun beberapa aplikasi yang meliputi sel mamalia telah sangat popular dalam komunitas mikrofluidik, hingga sekarang ini hanya dapat digunakan untuk subkultur tunggal –sesaat beberapa sel telah disemaikan dan tumbuh, maka keduanya baik sel maupun perangkat tersebut haruslah dipisahkan. Aaron Wheeler pada University of Toronto telah menggunakan mikrofluidik digital guna mengembangkan suatu alat dimana beberapa sel dapat disemaikan secara terus – menerus, tumbuh daqn kemudian bergerak kedalam lokasi kultur yang segardidalam kerangka dasar yang sama untuk kegiatan analisa.
Mikrofluidik digital merupakan suatu teknik dimana suatu susunan beberapa elektroda pada suatu permukaan digunakan untuk mempengaruhi tekanan elektromekanis pada suatu tetesan, seperti anda dapat menarik atau mengoyangkan tetesan tersebut disekitar permukaan sama baiknya dengan membagi – bagi mereka dari tempat penyimpanan dan memisahkan atau menggabungkan mereka guna mempengaruhi reaksi kimiawi. Wheeler memiliki ide yang inofatif dalam mengejawantahkan teknik ini dengan menggunakan pengkulturan sel.
Kerangka dasar mikrofluidik memungkinkan beberapa sel untuk disemaikan, tumbuh dan kemudian dimasukkan kedalam lokasi sel
Pada perangkat Wheeler ini, bejana tradisional yang digunakan dalam kultur sel tradisional diganti dengan suatu daerah dari elektroda yang berpola, dinamakan dengan lapisan adhesi, dimana beberapa sel disemnaikan dan tumbuh pada tetesan. Media tumbuh yang baru sangat mudah untuk dikirimkan ke beberapa sel dengan menambahkan sumber tetesan baru yang secara simultan menggantikan media yang lama. Sesaat sel tumbuh terpilih tersebut dipindahkan ke lapisan adhesi baru dengan memperlakukannya melalui trypsin, yang menciptakan generasi dari generasi dari suatu sel.
‘Sel kultur yang lengkap merupakan teknik yang sangat umum yang kebanykan orang – orang lakukan akan tetapi hal ini sangat membosankan dan memakan waktu serta memerlukan kewaspadaan dan perhatian yang konstan. Kita sangat terkesan oleh ide mengenai pengembangan suatu system terotomatisasi yang potensial dimana dapat bekerja untuk beberapa minggu tanpa intervensi manusia,’ kata Wheeler.
Scott Martin, seorang ahli dalam penggunaan perangkat analitis berbasis microchip guna memelajari system biologis pada Saint Louis University, Amerika Serikat mengatakan ‘kemampuan dalam men-transfek beberapa sel susai keinginan merupakan langkah maju yang signifikan menuju pengembangan seperangkat yang memungkinkan studi kultur sel yang terotomatisasi secara lengkap diman beberap sel dikulturkan dan diuji kadar logamnya pada kerangka dasar yang sama.’
Suatu aplikasi yang penting dari teknik ini diperuntukkan dalam pengkulturan tbeberap tipe sel sebelumnya, seperti batang sel, dimana hanya sejumlah kecil saja dari beberap sel tersedia kata Wheeler. Data awal menyatakan bahwa teknik ini dapat digunakan secara umum terhadap kesemua tipe sel dan tim ini sedang mengerjakan guna mengkonfirmasi hal ini.
Jennifer Newton
Unsur – unsur Utama (Representatif)
Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Aturan penomoran golongan unsur utama adalah:
a. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron di kulit terluar.
b. Nomor golongan dibubuhi huruf A (sistem Amerika).
Beberapa contoh unsur dan golongannya
| Unsur | Konfigurasi Elektron | Golongan |
| 3 Li | 1s2, 2s1 | IA atau 1 |
| 4 Be | 1s2, 2s2 | IIA atau 2 |
| 5 B | 1s2, 2s2, 2p1 | IIIA atau 13 |
| 6 C | 1s2, 2s2, 2p2 | IVA atau 14 |
| 7 N | 1s2, 2s2, 2p3 | VA atau 15 |
| 8 O | 1s2, 2s2, 2p4 | VIA atau 16 |
| 9 F | 1s2, 2s2, 2p5 | VIIA atau 17 |
| 10 Ne | 1s2, 2s2, 2p6 | VIIIA atau 18 |
Nama Nama Golongan unsur utama
| Golongan | Nama Golongan | Elektron Terluar | Nomor Atom |
| IA | alkali | ns1 | GM + 1 |
| IIA | alkali tanah | ns2 | GM + 2 |
| IIIA | boron | ns2 , np1 | GM – 5 |
| IVA | karbon | ns2, np2 | GM – 4 |
| VA | nitrogen | ns2, np3 | GM – 3 |
| VIA | oksigen | ns2, np4 | GM – 2 |
| VIIA | halogen | ns2, np5 | GM – 1 |
| VIIIA | gas mulia | ns2, np6 | GM |
Keterangan: n = nomor kulit
GM = nomor atom gas mulia
Catatan:
1. Hidrogen, dengan konfigurasi elektron 1s1, tidak termasuk golongan IA (alkali), meskipun sering ditempatkan sekolom dengan golongan alkali. Akan tetapi, hidrogen tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan manapun, dan sebaiknya ditempatkan di tengah-tengah pada bagian atas sistem periodik.
2. Helium, dengan konfigurasi elektron 1s2, adalah salah satu gas mulia. Jadi, meskipun hanya memiliki dua elektron, helium termasuk golongan VIIIA.
Langganan:
Postingan (Atom)
